Rekor MURI Berakhir Ricuh! Talam Durian Sepanjang 1,1 KM Diserbu Warga Sebelum Acara Selesai

Category: Nasional • Peristiwa • Festival • Riau · Author: NarasiTersembunyi · Date: 09 Jul 2026
Blog Image
Festival Talam Ketan Durian yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru awalnya berlangsung meriah. Acara yang menampilkan talam ketan durian sepanjang sekitar 1,1 kilometer itu disiapkan untuk memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Namun, sebelum seluruh rangkaian acara selesai, ratusan warga justru menyerbu area penyusunan talam dan mengambil makanan tersebut secara bersamaan. Momen itu terekam dalam berbagai video yang kemudian ramai beredar di media sosial dan menjadi sorotan publik.
Festival Talam Ketan Durian menjadi salah satu agenda utama peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru.
Panitia bersama Pemerintah Kota Pekanbaru menyusun ribuan talam ketan durian membentang sepanjang sekitar 1,1 kilometer di lokasi acara. Susunan tersebut disiapkan sebagai upaya memecahkan rekor MURI sekaligus memperkenalkan kuliner khas daerah kepada masyarakat.
Sejak pagi, ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan langsung proses pencatatan rekor tersebut.
Suasana berubah ketika sebagian pengunjung mulai memasuki area penyusunan talam sebelum seluruh rangkaian acara selesai.
Dalam sejumlah video yang beredar, warga terlihat berebut mengambil talam ketan durian secara bersamaan. Akibatnya, susunan talam yang sebelumnya tertata rapi menjadi berantakan dalam waktu singkat.
Kerumunan yang semakin padat membuat petugas dan panitia kesulitan mengendalikan massa sehingga suasana sempat berlangsung ricuh.
Peristiwa tersebut langsung memicu berbagai reaksi di media sosial.
Sebagian warganet menyayangkan tindakan sejumlah pengunjung yang dinilai terlalu terburu-buru mengambil talam sebelum panitia menyatakan acara selesai.
Di sisi lain, ada pula yang menilai panitia seharusnya menyiapkan pengamanan yang lebih baik mengingat jumlah pengunjung yang sangat besar dan antusiasme masyarakat yang sudah diperkirakan sejak awal.
Perdebatan pun muncul mengenai siapa yang paling bertanggung jawab atas kericuhan tersebut, apakah pengunjung yang tidak tertib atau panitia yang dinilai kurang mengantisipasi membludaknya massa.
Meski diwarnai insiden penyerbuan, Pemerintah Kota Pekanbaru menyatakan festival tersebut tetap berhasil mencatatkan rekor MURI untuk penyajian talam ketan durian sepanjang sekitar 1,1 kilometer.
Tidak ada laporan mengenai korban maupun kerusakan serius akibat kericuhan tersebut. Namun, momen penyerbuan warga justru menjadi bagian yang paling banyak diperbincangkan setelah acara berakhir.
Insiden di Festival Talam Ketan Durian menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan budaya dan kuliner.
Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya pengelolaan kerumunan, pengamanan, serta pengaturan distribusi makanan dalam acara yang melibatkan ribuan pengunjung agar tujuan penyelenggaraan dapat tercapai tanpa menimbulkan kericuhan.
Sumber
• SinPo TV — Disusun untuk MURI, Talam Durian 1,1 KM Habis Digasak Warga.
• Pemerintah Kota Pekanbaru — Festival Talam Durian HUT ke-242 Kota Pekanbaru Pecahkan Rekor MURI.
• Antara — Pemberitaan Festival Talam Ketan Durian Hari Jadi Kota Pekanbaru (21 Juni 2026).
• Dokumentasi video yang beredar dari lokasi Festival Talam Durian Pekanbaru (21 Juni 2026).