Antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir membuat banyak masyarakat khawatir terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Namun, pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan bahwa persoalan utama bukan karena stok BBM habis, melainkan akibat meningkatnya pembelian secara bersamaan atau panic buying.
Pemerintah juga menyebut adanya peningkatan konsumsi BBM subsidi yang ikut memperpanjang antrean di sejumlah wilayah.
Kepala BPH Migas menjelaskan bahwa pasokan Pertalite, Biosolar, maupun minyak tanah masih berada dalam kondisi aman.
Menurut pemerintah, antrean mulai terbentuk ketika masyarakat melihat keramaian di beberapa SPBU. Kekhawatiran tidak kebagian BBM membuat semakin banyak pengendara datang untuk mengisi bahan bakar lebih cepat dari biasanya.
Fenomena tersebut kemudian memicu panic buying, yaitu pembelian yang didorong rasa khawatir akan terjadi kelangkaan.
Selain kepanikan masyarakat, BPH Migas juga mengungkapkan adanya pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Kondisi tersebut menyebabkan permintaan Pertalite dan Biosolar meningkat di sejumlah daerah dalam waktu yang hampir bersamaan. Ketika lonjakan permintaan terjadi secara serentak, kapasitas distribusi ke SPBU membutuhkan waktu untuk menyesuaikan sehingga antrean menjadi lebih panjang.
Untuk mempercepat normalisasi pasokan, Pertamina menambah armada mobil tangki pengangkut BBM ke berbagai SPBU.
Selain penambahan armada, perusahaan juga mengerahkan personel tambahan, termasuk bantuan pengemudi, agar distribusi dapat berlangsung lebih cepat.
Pemerintah menargetkan antrean di SPBU dapat berangsur normal dalam waktu sekitar satu hingga dua hari setelah distribusi ditingkatkan.
BPH Migas mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Menurut pemerintah, apabila masyarakat tidak lagi melakukan panic buying dan distribusi berjalan lancar, antrean di SPBU diperkirakan akan berangsur berkurang.
Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi distribusi di berbagai daerah untuk memastikan pasokan BBM tetap tersedia.
Sumber
• Kompas.com — Pemerintah Sebut Antrean BBM di SPBU Karena "Panic Buying", Janji Terurai dalam 1–2 Hari (17 Juli 2026).
• Kompas.com — Pertamina Setuju Armada Truk Tangki BBM Ditambah, Sopirnya BKO dari TNI (17 Juli 2026).
• Bloomberg Technoz — Biang Pertalite Langka: Panic Buying, Migrasi dari BBM Nonsubsidi (17 Juli 2026).
• BPH Migas — BPH Migas Kawal Normalisasi Pasokan dan Distribusi BBM di Sumatera Utara, Antrean Berangsur Normal (17 Juli 2026).
• RRI — BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Aman, Masyarakat Diminta Beli BBM Secukupnya (17 Juli 2026).
• Katadata — Pemerintah Janji Antrean Pembelian BBM Teratasi dalam 2 Hari (17 Juli 2026).
• detikFinance — Bos BPH Migas Sebut Antrean Panjang di SPBU Hanya Masalah Panic Buying (16 Juli 2026).
• Kompas.com — Pertamina: Stok Pertalite Nasional 15 Hari, Masyarakat Jangan Khawatir (16 Juli 2026).
Orang Rela Antre Berjam-jam Isi Bensin. Tapi Pemerintah Bilang Masalahnya Bukan BBM-nya.