Orang Maunya Beras Murah. Tapi Malah Disuruh Tanam Padi Sendiri. Emang Kenapa?

Category: Ekonomi • Pertanian • Kebijakan Pemerintah · Author: NarasiTersembunyi · Date: 23 Jul 2026
Blog Image
Ucapan Presiden Prabowo Subianto yang berbunyi, "Kalau beras mahal, tanam padi sendiri," ramai diperbincangkan di media sosial. Sebagian orang menganggap pernyataan tersebut terlalu sederhana, sementara yang lain menilai kalimat itu perlu dipahami secara utuh sesuai konteks pidatonya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri panen raya di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam rangka panen serentak padi, tebu, dan kedelai di berbagai daerah.
Harga beras yang masih menjadi perhatian masyarakat membuat banyak orang berharap bahan pangan pokok tersebut tetap terjangkau.
Di tengah pembahasan itu, Presiden Prabowo menyinggung bahwa banyak orang menginginkan harga beras murah, tetapi belum tentu memahami proses panjang yang harus dilalui petani untuk menghasilkan beras.
Dalam pidatonya, ia kemudian melontarkan kalimat, "Kalau beras mahal, ya tanam padi sendiri," sebagai ilustrasi mengenai beratnya pekerjaan seorang petani.
Di balik beras yang tersedia di pasar, terdapat proses produksi yang memerlukan waktu, biaya, dan tenaga yang tidak sedikit.
Petani harus menyiapkan lahan, membeli benih, pupuk, serta kebutuhan produksi lainnya. Setelah itu, mereka masih harus merawat tanaman selama berbulan-bulan sambil menghadapi berbagai risiko, mulai dari serangan hama, cuaca ekstrem, hingga kemungkinan gagal panen.
Karena itu, biaya produksi dan risiko yang ditanggung petani menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga beras.
Di sisi lain, masyarakat sebagai konsumen juga menginginkan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.
Kondisi tersebut membuat pemerintah menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan daya beli masyarakat.
Petani membutuhkan harga jual yang layak agar tetap memperoleh keuntungan dan dapat terus berproduksi, sementara masyarakat berharap harga beras tidak terus meningkat.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada petani dan nelayan yang disebutnya sebagai pahlawan pangan Indonesia.
Menurutnya, tanpa kerja keras para petani, masyarakat tidak akan memiliki pasokan beras dan bahan pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari pesan agar masyarakat lebih menghargai proses panjang di balik produksi pangan nasional.
Perdebatan mengenai harga beras menunjukkan bahwa persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan harga di tingkat konsumen, tetapi juga menyangkut keberlanjutan usaha para petani.
Karena itu, tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat tanpa mengurangi kesejahteraan petani sebagai pihak yang memproduksi pangan.
Sumber
• ANTARA — Prabowo Sampaikan Rasa Bangga ke Petani Seluruh Indonesia (17 Juli 2026).
• detikNews — Prabowo Banggakan Petani: Yang Bilang Beras Mahal, Ikut Tanam Padi Sendiri (17 Juli 2026).
• Sekretariat Negara RI — Presiden Prabowo ke Jawa Timur Pimpin Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai di 43 Titik Seluruh Indonesia (17 Juli 2026).
• YouTube Sekretariat Kepresidenan — Siaran Panen Raya di Kabupaten Malang, Jawa Timur (17 Juli 2026).