Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi kemahasiswaan menggelar aksi demonstrasi di Jakarta pada Jumat (12/6). Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah terkait kondisi ekonomi, harga kebutuhan pokok, hingga evaluasi berbagai program prioritas nasional.
Massa aksi bergerak menuju kawasan Bundaran HI untuk menyuarakan aspirasi secara langsung kepada pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto. Menurut para demonstran, kondisi ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait biaya hidup dan daya beli.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama. Mereka meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga BBM dan kebutuhan pokok, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih, dan menolak praktik yang mereka sebut sebagai militerisme di ruang sipil.
Dari seluruh tuntutan yang diajukan, desakan penghentian Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu isu yang paling banyak menarik perhatian publik.
Program yang menjadi salah satu unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu dinilai perlu dievaluasi karena menggunakan anggaran yang besar di tengah berbagai persoalan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat.
Namun tuntutan tersebut memunculkan perdebatan. Sejumlah pihak menilai MBG telah memberikan manfaat bagi siswa dan keluarga penerima manfaat sehingga yang perlu diperbaiki adalah pelaksanaan dan pengawasannya, bukan menghentikan program secara keseluruhan.
Selain MBG, tuntutan terkait harga BBM juga menjadi sorotan.
Mahasiswa meminta pemerintah mengambil langkah untuk menurunkan harga BBM, meskipun sebelumnya pemerintah telah mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi. Sementara itu, kenaikan harga yang sempat menjadi perhatian publik terjadi pada Pertamax yang merupakan BBM non-subsidi.
Di tengah aksi, sempat terjadi ketegangan saat massa bergerak menuju Bundaran HI.
Aparat gabungan melakukan penyekatan di kawasan Jalan MH Thamrin sehingga terjadi adu dorong singkat antara demonstran dan petugas. Meski demikian, situasi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi kericuhan besar.
Aksi mahasiswa ini kembali memunculkan perdebatan mengenai prioritas penggunaan anggaran negara di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Di satu sisi, mahasiswa menilai pemerintah perlu lebih fokus pada persoalan biaya hidup dan kebutuhan pokok masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga dihadapkan pada upaya mempertahankan berbagai program yang diklaim bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Hingga aksi berakhir, belum ada pengumuman resmi terkait tindak lanjut atas tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Namun berbagai isu yang mereka angkat, mulai dari harga kebutuhan pokok, harga BBM, hingga efektivitas program MBG, masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Sumber:
• CNN Indonesia — TNI Buka Suara soal Terlibat Pengamanan Demo Mahasiswa ke Bundaran HI (12 Juni 2026)
• CNN Indonesia — Koalisi Sipil Protes TNI-Komcad Kawal Unjuk Rasa (12 Juni 2026)
• Kompas.com — Polisi Cegat Massa Mahasiswa yang Akan Menuju Bundaran HI (12 Juni 2026)
• Liputan6.com — Tuntutan Mahasiswa dalam Aksi 12 Juni 2026
• Pernyataan Aliansi Mahasiswa dan BEM dalam Aksi 12 Juni 2026
Mahasiswa Minta Program MBG Dihentikan, Ribuan Massa Gelar Aksi di Jakarta